Scooter

Scooter
Scooterku

Minggu, 07 April 2013

ILMU PENGETAHUAN

Definisi Ilmu Pengetahuan.
           
       Ilmu pengetahuan adalah sesuatu yang berperan penting dan sangat berharaga dalam kehidupan kita, karena tanpa adanya Ilmu Pengetahuan tentunya kita tidak akan bisa hidup seperti sekarang ini yang penuh dengan kemajuan. Ilmu Pengetahuan bisa kita dapatkan dengan tidak ada batasnya, intinya secara tidak langsung selama ini kita tidak menyadari kegunaan dan informasi yang berbentuk pengetahuan itu adalah benar.
Mengetahui Sejarah Ilmu Pengetahuan

Ilmu bukan sekedar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu pengetahuan adalah produk dari epistemologi.
Pengertian olmu menurut beberapa ahli adalah sebagai berikut : 
Ashley Montagu menyebutkan bahwa “Science is a systemized knowledge services form observation, study, and experimentation carried on under determine the nature of principles of what being studied.” (ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang disusun dalam suatu system yang berasal dari pengamatan, studi dan pengalaman untuk menentukan hakikat dan prinsip hal yang sedang dipelajari).
Harold H. titus mendefinisikan “Ilmu (Science) diartikan sebagai common science yang diatur dan diorganisasikan, mengadakan pendekatan terhadap benda-benda atau peristiwa-peristiwa dengan menggunakan metode-metode observasi yang teliti dan kritis).
Dr. Mohammad Hatta mendefinisikan “Tiap-tiap ilmu pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan kausal dalam satu golongan masalah yang sama tabiatnya, baik menurut kedudukannya tampak dari luar maupun menurut bangunannya dari dalam.”
Drs. H. Ali As’ad dalam buku Ta’limul Muta’allim menafsirkan ilmu sebagai :
“Ilmu adalah suatu sifat yang kalau dimiliki oleh seorang maka menjadi jelaslah apa yang terlintas di dalam pengertiannya”. 
Sejarah Ilmu Pengetahuan.
     Sejarah Ilmu Pengetahuan terdiri dari Mitologi, Filsafat, Teologi dan Ilmu Pengetahuan itu sendiri. Berikut definisi sekilas dari beberapa Sejarah Ilmu Pengetahuan.
1. Mitologi
Didorong naluri ingin tahunya, ketika manusia melihat segala  sesuatu, bertanyalah  dia,  “Kenapa begini? Kenapa begitu?”
Ada beberapa pertanyaan yang bisa dijawab. Ada juga yang tidak bisa mereka jawab.
Untuk yang mereka tidak menemukan jawabannya, manusia pada masa itu  menciptakan kisah-kisah mitos. Sehingga, untuk sementara, keingintahuan itu terpenuhi.
Kenapa ada hujan dan petir? Oh karena ada Dewa Petir
Kenapa tiba musim semi? Karena Dewi Musim Semi sedang hadir di sini.
Kisah ini diteruskan dari generasi ke generasi dan akhirnya  diterima begitu saja sebagai suatu kebenaran.
Hingga tibalah suatu saat di mana  sejumlah orang tidak lagi  percaya terhadap kisah-kisah mitos ini.  Mereka bersikap kritis. Mereka tidak mudah percaya. Mereka sangat mengagungkan rasionya. Bagi mereka, kisah-kisah seperti itu sungguh tidak masul akal.
Mereka mencari dan mencintai kebijaksanaan dalam oleh fikir:  Filosofia.
2. Filsafat
Filosofia, kaum filsuf, yang mencintai kebijaksanaan membawa cara berpikir baru: Filsafat.
Awalnya karena yang menggelitik keingintahuan manusia adalah segala apa yang tertangkap inderanya dari  semesta di sekitarnya, maka Filsafat Alam lahir terlebih dahulu.
Darimanakah asal kehidupan?
Ada filsuf yang menyatakan asal kehidupan dari tanah. Filsuf yang lain berfikir, bukan tanah melainkan air,  karena ketika tanah kering ditetesi hujan  lahirlah kehidupan baru.
Apa pun jawaban dari keingintahuannya, para Filsuf lebih mempercayai rasionya ketimbang kisah dewa dewi.
Baru belakangan, ketika manusia menyadari ada masalah dalam hubungan antarmanusia, maka Filsafat Manusia terlahir. Sejarah mencatat, tokohnya antara lain Socrates, yang memiliki murid bernama Plato. Dan kelak Plato menjadi guru Aristoteles.
3. Teologi
Zaman Yunani berganti menjadi Romawi.
Adalah Kaisar Constantin pemimpin Roma pada masa itu memberi sabda menjadikan Kristiani sebagai agama resmi kekaisaran. Dan kemudian Tahta Suci menjadi pusat penilai kebenaran, dengan ajaran Kristiani sebagai dogma.
Kisah dewa-dewa atau Gods berganti dengan Tuhan atau God tanpa “s”.
Tahta Suci memaknai Kitab Suci dan masyarakat awam terlarang memaknai segala sesuatu yang tidak direstui Tahta Suci.
Tibalah Zaman Kegelapan, the Dark Age, membuat tokoh semisal Leonardo DaVinci menyembunyikan ide dan gagasannya di balik karya seni ciptaannya, khawatir disabda “kafir” oleh Tahta Suci.
Maka, sejarah pun mencatat adanya suatu massa ketika kebebasan berfikir di Zaman Yunani Kuno terkungkung oleh titah Tahta Suci.
4. Ilmu Pengetahuan
Hingga tiba suatu zaman yang disebut Renaisaince: rindu kembali pada suatu masa di mana kebebasan berpikir rasio manusia begitu diagungkan. Mereka ingin kembali ke Zaman Yunani Kuno.
Awalnya adalah gerakan budaya. Bangunan, lukisan, dan karya-karya seni Yunani dihadirkan kembali; rindu pada Zaman Yunani dulu.
Namun, belakangan, bukan semata karya seni, melainkan juga kebebasan dan keliaran berpikir para Filsuf Yunani Kuno pun didamba oleh mereka.
Ilmu Pengetahuan Modern  mulai mencari dan mendapatkan bentuknya.
Abad Pencerahan tiba!
Sebagaimana Filsafat Alam yang terlahir lebih dahulu daripada Filsafat Sosial, maka Ilmu-ilmu Alam lahir lebih dahulu daripada Ilmu-ilmu Sosial.
Pusat kebudayaan kini bergeser ke Wina. Sebuah kota perdagangan yang menjadi jantung dunia pada masa itu.
Dan adalah sekelompok orang yang senang berkumpul dan berdiskusi, mencoba membedakan hadirnya “jenis pengetahuan baru” yang berbeda dengan Mitologi, Filsafat, atau Teologi itu. Jenis pengetahuan “baru” ini memiliki kriteria dan tata cara/metodanya sendiri, yang kemudian disebut jalan ilmiah: metoda saintifik.
Karakteristik Ilmu Pengetahuan :
Ciri Ilmu perlu memperhatikan dua aspek, yaitu : sifat ilmu dan klasifikasi ilmu. Mengenai sifat ilmu akan dibahas dalam subbab ini, sedangkan mengenai klasifikasi ilmu akan dibahas pada subbab selanjutnya.
Ilmu pengetahuan mempunyai sifat, antara lain:
v  Sistematik
v  Konsisten (antara teori satu dengan yang lain tak bertentangan)
v  Eksplisit (disepakati dapat secara universal, bukan hanya dikalangan kecil).
v  Ilmiah, benar (pembuktian dengan metode ilmiah).
Disamping itu suatu ilmu pengetahuan mempunyai ciri lain yaitu:
v  bukan satu, melainkan banyak (plural)
v  bersifat terbuka (dapat dikritik)
v  berkaitan dalam memecahkan.
Ciri khas nyata dari ilmu pengetahuan (science) yang tidak dapat diingkari meskipun oleh para ilmuwan adalah bahwa ia tidak mengenal kata “kekal”. Apa yang dianggap salah di masa silam misalnya, dapat diakui kebenarannya di abad modern. Pandangan terhadap persoalan-persoalan ilmiah silih berganti, bukan saja dalam lapangan pembahasan satu ilmu saja, tetapi terutama juga dalam teori-teori setiap cabang ilmu pengetahuan. Dahulu, misalnya, segala sesuatu diterangkan dalam konsep material (istilah-istilah kebendaan) sampai-sampai manusia pun hendak dikatagorikan dalam konsep tersebut. Sekarang ini terdapat psikologi yang membahas mengenai jiwa, budi dan semangat, telah mengambil tempat tersendiri dan mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia.
Dalam redaksi lain dikatakan ilmu pengetahuan mempunyai ciri-ciri umum yaitu:
v  Obyek ilmu pengetahuan adalah empiris.
v  Ilmu pengetahuan mempunyai karakteristik tersendiri, yaitu mempunyai sistematika.
v  Ilmu dihasilkan dari pengamatan, pengalaman studi dan pemikiran.
v  Sumber segala ilmu adalah Tuhan, karena Dia yang menciptakannya.
Fungsi ilmu adalah untuk keselamatan, kebahagiaan, pengamanan manusia dari segala sesuatu yang menyulitkan.
Van Melsen mengemukakan beberapa ciri yang menandai ilmu,  sebagaimana yang dikutip Rizal Muntasyir dan Misnal Munir, yaitu: (1) Ilmu pengetahuan secara metodis harus mencapai keseluruhan yang secara logis koheren. Itu berarti adanya sistem dalam penelitian (metode) maupun harus (susunan logis). (2) Ilmu pengetahuan tanpa pamrih, karena hal itu erat kaitannya dengan tanggung jawab ilmuwan. (3) Universalitas ilmu pengetahuan. (4) Objektivitas, artinya setiap ilmu terpimpin oleh objek dan tidak didistorsi oleh prasangka-prasangka subjektif. (5) Ilmu pengetahuan harus dapat diverifikasi oleh semua peneliti ilmiah yang bersangkutan, karena ilmu pengetahuan harus dapat dikomunikasikan. (6) Progresifitas, artinya suatu jawaban ilmiah baru bersifat ilmiah sungguh-sungguh, bila mengandung pertanyaan-pertanyaan baru dan menimbulkan problem-problem baru lagi. (7) Kritis, artinya tidak ada teori ilmiah yang difinitif, setiap teori terbuka bagi setiap peninjauan kritis yang memanfaatkan data-data baru. (8) Ilmu pengetahuan harus dapat digunakan sebagai perwujudan kebertautan antara teori dengan praktis.
Jadi setiap ilmu pengetahuan dapat dikatakan sebagai ilmu pengetahuan bila memiliki ciri-ciri atau karakteristik umum diatas. Sementera itu mengenai karakteristik khusus ilmu pengetahuan setelah adanya klasifikasi ilmu pengetahuan akan diterangkan kemudian.

Contoh Ilmu Pengetahuan :
Ilmu Alamiah
1.Pengertian Ilmu Alamiah :
Ilmu alam (Inggris:natural science) atau ilmu pengetahuan alam adalah istilah yang digunakan yang merujuk pada rumpun ilmu dimana obyeknya adalah benda-benda alam dengan hukum-hukum yang pasti dan umum, berlaku kapan pun dimana pun [1].
2.Kegunaan :
Untuk mengetahui apa saja yang ada di alam semesta ini.
Untuk menemukan penjelasan umum tentang gejala dan hubungan gejala yang terjadi secara alamiah.
Untuk mengembangkan kesadaran tentang adanya hubungan yang saling mempengaruhi  antara ilmu pengetahuan alam, lingkungan, teknologi dan masyarakat.
3.Contohnya :
a) ilmu kimia mempelajari mengenai komposisi dan sifat zat atau materi dari skala atom hingga molekul serta perubahan atau transformasi serta interaksi mereka untuk membentuk materi yang ditemukan sehari-hari.
b) ilmu biologi mempelajari kehidupan yang sangat luas dan mencakup semua makhluk hidup.
c) ilmu fisika mempelajari sains atau ilmu tentang alam dalam makna yang terluas dan mempelajari gejala alam yang tidak hidup atau materi dalam lingkup ruang dan waktu.
Ilmu Sosial
1.Pengertian Ilmu Sosial :
Ilmu sosial (Inggris:social science) atau ilmu pengetahuan sosial (Inggris:social studies) adalah sekelompok disiplin akademis yang mempelajari aspek-aspek yang berhubungan dengan manusia dan lingkungan sosialnya.
2.Kegunaan :
Untuk mengenal dasar-dasar ilmu sosial dalam kehidupan sehari-hari. -untuk mempelajari aspek-aspek masyarakat secara subjektif, inter-subjektif, dan objektif atau struktural.
Menumbuhkan sikap kritis, peka dan arif dalam memahami keragaman dan keserajatan manusia dengan landasan nilai estetika , etika dan moral dalam kehidpan bermasyarakat.
3.Contohnya :
a) Antropologi, yang mempelajari tentang budaya masyarakat suatu etnis tertentu.
b) Ekonomi, yang mempelajari produksi dan pembagian kekayaan dalam masyarakat.
c) Geografi, yang mempelajari lokasi dan variasi keruangan atas fenomena fisik dan manusia di atas permukaan bumi.
d) Hukum, yang mempelajari sistem aturan yang telah dilembagakan.
e) Linguistik, yang mempelajari aspek kognitif dan sosial dari bahasa.
f) Pendidikan, yang mempelajari masalah yang berkaitan dengan belajar, pembelajaran, serta pembentukan karakter dan moral.
g) Politik, yang mempelajari pemerintahan sekelompok manusia (termasuk negara).
h) Psikologi, yang mempelajari tingkah laku dan proses mental.
i) Sejarah, yang mempelajari masa lalu yang berhubungan dengan umat manusia.
j) Sosiologi, yang mempelajari masyarakat dan hubungan antar manusia di dalamnya.
Ilmu Budaya
1.pengertian Ilmu Budaya :
Ilmu Budaya adalah kumpulan kepercayaan yang menjadi tradisi oleh sekelompok orang atau suku dalam menjalankan tradisi selama turun menurun.
2.Kegunaan :
   Kebutuhan masyarakat bidang spiritual dan materiil sebagian besar dipenuhi oleh kebudayaan yang bersumber pada masyarakat itu sendiri. Untuk mengenal kebudayaan yang ada di indonesia maupun dunia.
3.Contohnya :
a) Bahasa adalah alat atau perwujudan budaya yang digunakan manusia untuk saling berkomunikasi atau berhubungan, baik lewat tulisan, lisan, ataupun gerakan (bahasa isyarat), dengan tujuan menyampaikan maksud hati atau kemauan kepada lawan bicaranya atau orang lain.
b) Kesenian mengacu pada nilai keindahan (estetika) yang berasal dari ekspresi hasrat manusia akan keindahan yang dinikmati dengan mata ataupun telinga.


Sumber Pustaka: 
http://h34lthy.blogspot.com/2012/11/pengertian-ilmu-pengetahuan.html
http://iptek-terbaru.blogspot.com/2012/10/pengertian-dan-sejarah-ilmu-pengetahuan.html
http://filsafatilmukomunikasi.blog.esaunggul.ac.id/2012/10/27/7-sejarahsingkatilmupengetahuan/
http://cokicepe.blogspot.com/2013/03/ilmu-pengetahuan.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar